Analisa Fundamental Saham – Bagian 1

May 24, 2013

Cara mendapatkan uang dari sahamSebelum kita mulai membahas mengenai analisa fundamental saham, Anda perlu tahu bahwa investasi saham bukanlah sesuatu yang pasti (sama seperti investasi lainnya pada umumnya). Anda hanya bisa melakukan analisa yang terbaik yang Anda bisa, namun keadaan pasar terkadang bisa berubah diluar perkiraan dan hasil analisa. Meskipun demikian, pengetahuan Anda tentang analisa fundamental akan membantu Anda meminimisasi kerugian yang mungkin terjadi. Karena hampir selalu pergerakan pasar akan mengikuti hasil analisa fundamental dan teknikal yang akurat.

Untuk membahas mengenai analisa fundamental saham, ada beberapa kriteria analisa yang perlu kita pelajari. Ibaratnya Anda menganalisa harga mobil berdasarkan merknya, tahun pembuatan, kilometer dll demikian pula faktor-faktor berikut perlu Anda ketahui. Ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah harga saham saat ini sedang naik atau turun, dan apakah sebaiknya Anda membeli atau menjual saham tersebut. Artikel ini hanya akan membahas mengenai kriteria-kriteria ini, di pelajaran kelas profesional kita akan belajar bagaimana menemukan informasi ini dari sebuah perusahaan.

1. Arus kas per saham (cash flow per share)

Yang dimaksud dengan cash flow per share ialah aliran kas sebuah perusahaan dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Semakin besar angka ini artinya perusahaan tersebut semakin sehat. Karena jumlah kas yang ada di perusahaan tersebut dapat menutupi semua saham yang beredar. Ini umumnya cukup sulit tercapai jika perusahaan tersebut selalu menjual secara kredit. Karena walaupun aset ataupun keuntungan yang tercatat di pembukuan jumlahnya besar, namun kenyataannya sebagian kas belum ada di tangan perusahaan tersebut. Tentu saja ini bukan masalah jika perusahaan mempunyai manajemen yang baik terhadap hutang piutangnya.

2. Rasio saat ini (current ratio)

Ini adalah salah satu kriteria analisa fundamental saham yang paling penting. Angka ini diperoleh dari hasil bagi aset perusahaan saat ini dengan kewajiban (liabilities) yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut aaat ini. Sebagai contoh, jika aset suatu perusahaan ialah 3 miliar rupiah sementara kewajibannya 1 miliar rupiah, maka current ratio perusahaan tersebut ialah 3:1. Aset suatu perusahaan ialah sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, misalnya mobil, mesin, komputer dsb. Aset saat ini adalah aset yang terganti secara cepat, misalnya kas, inventori dan piutang. Kewajiban sebuah perusahaan adalah hutang perusahan tersebut, misalnya tagihan, pinjaman bank dan sebagainya. Kewajiban saat ini adalah hutang yang harus dibayar biasanya dalam waktu setahun kedepan.


 

3. Pendapatan Dividen (dividend yield)

Pendapatan dividen suatu saham ialah dividen kas pertahun dibagi dengan harganya saat ini. Contohnya jika harga saham per lembar suatu perusahan ialah 10 juta rupiah sementara dividen pertahun yang dibagikan ialah 500 ribu rupiah. Ini berarti pendapatan dividennya ialah 0.05 atau 5 persen. Walaupun tidak sulit untuk menghitungnya, Anda tidak perlu menghitung angka ini karena angka ini akan dicetak setiap harinya di koran.

Kelihatannya angka dan perhitungan ini sederhana, namun sebenarnya sangat penting. Karena angka ini diperoleh dari hasil pembagian dua angka lainnya saja. Jika salah satu angka yang dipakai dalam pembagian tidak berubah, maka perubahan pada nilai pendapatan dividen pasti diakibatkan oleh perubahan angka yang lainnya dalam pembagian. Dalam kasus ini, umumnya dividen yang dibagian suatu perusahaan setiap tahunnya tidak banyak berubah. Maka jika nilai pendapatan dividen berubah, hampir pasti itu disebabkan oleh perubahan nilai saham per lembar.

Bagaimana Anda dapat memperoleh keuntungan dengan pengetahuan ini? Caranya ialah dengan mencari angka pendapatan dividen yang tinggi. Kita akan mempelajari lebih lanjut mengenai teknik ini di kelas profesional.

4. Pendapatan per saham (earning per share – EPS)

Jika Anda ingin mempelajari mengenai pertumbuhan suatu perusahaan, maka Anda harus tahu mengenai EPS. EPS diperoleh dengan membagi pendapatan sebuah perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Biasanya angka ini muncul di bagian akhir dari laporan keuangan sebuah perusahaan. Dalam kenyataan, biasanya angka ini berkisar antara $1 – $5, dan kadang-kadang saja bisa mencapai $10 – $20. Jika angka ini negatif, berati perusahaan tersebut merugi. Makin besar angka ini akan semakin bagus.

Yang harus diperhatikan dari EPS ialah kadang-kadang ini bisa dimanipulasi dan bisa berubah jika mendapat tekanan dari pasar.  Kadang-kadang laporan rugi laba dapat dimanipulasi, dan Anda harus jeli untuk menganalisa bagaimana “pendapatan” suatu perusahaan dinyatakan. Karena setiap perusahaan bisa menyatakan pendapatannya dengan cara yang berbeda-beda. Namun meskipun demikian, EPS tetap merupakan salah satu kriteria analisa fundamental yang penting. Kadang-kadang investor juga dapat menggunakan hanya kriteria ini saja untuk menentukan saham perusahaan mana yang harus mereka beli. Mereka akan mencari  perusahaan dengan EPS yang semakin meningkat setiap tiga bulannya, karena berarti perusahaan tersebut sedang memiliki “momentum” terlepas dari besar kecilnya perusahaan tersebut.

 

Di pelajaran Analisa Fundamental Saham bagian 2, kita akan membahas mengenai:

  • Keuntungan bersih (net profit margin)
  • Harga per buku (price per book ratio)
  • Harga per pendapatan (price per earning ratio – P/E)
  • Harga per penjualan (price per sales ratio – P/S)
  • Rasio cepat (quick ratio)
  • Pengembalian Modal (return on equity – ROE)

Mari Berdiskusi