Cara Mengevaluasi Nilai Saham

October 22, 2013

Cara mengevaluasi nilai saham sebenarnya tidak terlalu sulit. Setelah Anda terbiasa melakukannya, Anda akan memiliki pola dan perasaan untuk melakukannya dengan cepat dan teliti sebelum Anda memutuskan untuk membeli sebuah saham.

Beberapa hal dasar yang perlu Anda kuasai sebelum Anda menjadi seorang ahli dalam menilai saham adalah:

  • perbedaan antara growth investing (investasi untuk pertumbuhan) dan value investing (investasi untuk nilai)
  • perbedaan antara analisa fundamental dan analisa teknikal
  • kriteria penilaian suatu saham
  • bisa membaca laporan keuangan dan laporan saham

Growth Investing vs Value Investing

Anda perlu tahu apa bedanya antara kedua strategi investasi saham ini. Tetapi bukan berarti, Anda harus selalu memilih satu diantara keduanya. Anda juga bisa menggabungkan kedua strategi ini dalam perdagangan saham Anda dan hal ini cukup banyak dilakukan oleh investor handal.

growth investing vs value investing

Growth Investing

Yang dimaksud dengan growth investing adalah strategi investasi dengan membeli saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki penjualan dan penghasilan yang tinggi. Perusahaan-perusahaan semacam ini dianggap memiliki potensial yang besar untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham. Potensi yang besar ini bisa berasal dari peluncuran produk baru, ekspansi ke negara lain, ataupun manajemen perusahaan yang sangat bagus.,

Penghasilan adalah segala-galanya dalam strategi ini. Dividen tidak terlalu penting karena kebanyakan perusahaan yang masuk kategori ini juga hanya membagikan dividen yang sangat kecil atau bahkan tidak membagikan dividen sama sekali. Contoh perusahaan-perusahaan semacam ini adalah Microsoft, Intel ataupun Starbucks. Umumnya harga jual saham dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori cukup tinggi dan mahal. Namun ini sepadan dengan nilai pertumbuhan yang akan diperoleh kembali asalkan selama perusahaan-perusahaan ini maju terus dalam penghasilannya.

Resiko dari strategi ini adalah jika perusahaan tersebut merugi atau gagal untuk memperoleh penghasilan yang diharapkan oleh para investor. Dengan cepat nilai saham bisa menurun dan akan cukup sulit untuk naik kembali dalam waktu cepat.

Value Investing

Investor yang memilih strategi value investing ini jeli dalam mencari saham-saham yang dijual dengan harga murah. Mereka punya nalar yang tajam untuk mengetahui apakah nilai saham suatu perusahaan dijual di atas atau di bawah harga semestinya. Ini dilakukan dengan menganalisa beberapa kriteria untuk menilai performa suatu perusahaan, misalnya penghasilan, aset, arus kas (cashflow), dan volume penjualan.

bargain hunterBiasanya perusahaan-perusahaan yang masuk kategori ini adalah perusahaan-perusahaan yang relatif masih baru, atau mungkin sudah cukup lama namun masih belum banyak diperhatikan oleh banyak investor, ataupun perusahaan yang pernah berhasil namun kemudian jatuh dan sedang bangkit kembali. Harga saham perusahaan-perusahan semacam ini umumnya undervalued (dibawah harga yang semestinya), namun setelah mereka berhasil harganya akan bisa meroket. Jika Anda jeli menemukan perusahaan-perusahaan semacam ini Anda bisa memperoleh keuntungan yang banyak dari satu strategi ini saja. Tentu saja ini semua membutuhkan waktu dan pengalaman yang banyak, sebelum Anda bisa menjadi seorang value investor yang ahli.

Strategi ini biasanya banyak menggantungkan pada pengembalian nilai dividen. Biasanya nilai dividen yang dibagikan cukup tinggi. Investor yang banyak melakukan strategi ini biasanya dikenal dengan istilah “bargain hunter”, karena mereka ahli dalam mencari nilai-nilai saham yang masih murah sebelum harganya naik dan menjadi mahal.

Menggabungkan Growth Investing dan Value Investing

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Anda bisa menggabungkan kedua strategi ini dalam investasi saham Anda. Anda tidak harus hanya memilih salah satu strategi saja. Sebaliknya, menggabungkan kedua strategi ini bisa menjadi sangat menguntungkan.

Growth investor kadang-kadang menggunakan strategi yang digunakan dalam value investing untuk memperkirakan waktu pembelian saham yang terbaik. Sebaliknya value investor juga bisa menggunakan strategi growth investing untuk mengevaluasi kemungkinan suatu perusahaan akan bangkit kembali.

Growth investor biasanya masuk ke dalam pasar pada saat harga mulai naik, dan keluar dari pasar pada saat harga mulai turun. Value investor biasanya sangat berhati-hati dalam memilih saham mana yang akan mereka beli, dan setelah mereka memutuskan mereka akan membiarkan pasar saham tersebut berfluktuasi karena mereka cukup yakin akan performa saham yang mereka pilih.

Saya pribadi menilai strategi value investing lebih cocok untuk sebagian besar orang yang dapat dikategorikan sebagai investor umum. Ini dikarenakan umumnya investor semacam ini tidak punya waktu untuk meneliti naik turunnya harga di pasar saham. Ini juga pilihan strategi saya secara pribadi, walaupun kadang-kadang saya juga menggabungkan strategi growth investing ke dalam investasi saya.


Mari Berdiskusi