Value Investing

November 5, 2013

Apakah yang dimaksud dengan Value Investing? Definisi Value adalah “sesuatu yang diinginkan atau diperlukan sekali.” Juga, value sering diartikan dengan “kurs di mana suatu komoditas bisa dijual-belikan.” Definisi tersebut kiranya cocok untuk menganalogikan apa itu Value Investing (Investasi Nilai). Dengan kata lain, Value Investing digambarkan sebagai upaya meraih untung besar dengan membelanjakan uang dalam jumlah yang sedikit. Gampangnya dalam bahasa sehari-hari, value investing adalah membeli saham dibawah harga pasar yang semestinya menurut analisa kita, khususnya analisa fundamental.

 

value investing

 

Semua orang yang berkecimpung di dunia investasi saham pasti pernah mendengar nama Warren Buffett. Buffett adalah pemegang saham terbesar dan ketua dari Berkshire-Hathaway Corporation. Ia telah menjadi seorang value investor yang sukses selama lebih dari 50 tahun. Beliau adalah manusia terkaya kedua di dunia. Beliau masih tinggal di rumahnya yang sama yang bernilai $31,500 yang ia beli pada 1957. Beliau sendiri tidak memiliki gaya hidup flamboyan seperti modil mewah atau lain sebagainya. Mobilnya saja hanyalah sebuah Lincoln Town tua.

Buffett mulai menunjukkan bakat dalam dunia bisnis sejak 1941, ketika beliau masih berusia 11 tahun. Saat itu beliau membeli saham pertamanya sebanyak enam lembar dari Cities Services. Kesuksesannya berkembang bak bola salju setelah 68 tahun kemudian dengan pembelian lebih banyak saham dan lebih banyak perusahaan (beliau kini memiliki sebagian besar saham Geico Insurance Co). Anda dapat belajar banyak mengenai strategi sukses Warren Buffett dalam investasi saham.

Bagaimana cara menentukan nilai suatu saham?

Membeli saham dengan fraksi nilai intriksiknya telah menjadi dasar utama upaya manusia mengumpulkan kekayaan seperti yang dilakukan oleh Warren Buffett dan lainnya. Perlu bakat tertentu untuk mencermati pergerakan saham di suatu pasar saham. Ia juga memerlukan bakat untuk memilih saham tertentu yang telah jatuh di bawah nilainya yang sesungguhnya. Saya tidak hendak mengatakan bahwa seseorang boleh sewenang-wenang memilih satu saham hanya karena saham tersebut mulai bergerak naik, dengan harapan adanya pantulan yang besar.

nilai suatu saham

Beberapa saham harganya jatuh di bawah nilai terendahnya. Maka perlu pembelajaran tentang analytical judgment untuk menentukan saham-saham mana yang telah jatuh nilainya karena kesalahan manajemen atau krisis keuangan lainnya.

Saham yang sebaiknya dipilih adalah saham dari suatu bisnis yang memiliki laba besar pada ekuitasnya, yang hanya memiliki sedikit hutang. Oleh karena itu ada istilah penaksiran nilai. Penaksiran nilai saham ini biasanya diterapkan pada perusahaan-perusahaan besar daripada perusahaan kecil. Kini, apakan suatu perusahaan telah mengelola seluruh catatan mereka dengan baik? Atau apakah suatu perusahaan telah memiliki manajemen yang efisien? Manajemen yang baik adalah satu dari sekian faktor penting dalam kesuksesan suatu perusahaan.

Jika Anda sudah memperhitungkan bahwa kemunduran suatu bisnis hanya bersifat sementara dan performa manajemen bisnis tersebut telah menunjukkan perbaikan akhir-akhir ini, Anda boleh mengambil pulpen dan cek untuk membeli saham perusahaan tersebut. Namun tunggu dulu, sebelum melakukan hal tersebut, pastikan bahwa Anda memiliki modal untuk menunggu perusahaan tersebut beranjak bangkit dari masalah-masalahnya. Jika terlintas bahwa Anda akan membutuhkan uang sebelum nilai intrinsik perusahaan tersebut kembali naik, jangan beli saham dulu. Sangat mungkin bahwa saham perusahaan tersebut jatuh lagi sebelum saham-saham tersebut naik. Bijaksanalah dalam memilih nilai saham Anda.

Kebijaksanaan dalam memilih saham adalah investasi paling bijak jika ia dilakukan dengan alasan yang tepat.


Mari Berdiskusi